Biologi : Sistem Ekskresi Manusia


SISTEM EKSKRESI MANUSIA



Disusun Oleh
LINDA DWI ARISKADEWI



 
 
MOTTO

Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah.
”Lao Tze”

Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik.
“Evelyn Underhill”

Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu.
”William Feather”

Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi.
“Ernest Newman”





KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah dengan judul “SISTEM EKSKRESI MANUSIA” di SMP Negeri 3 Tanggul.

Karya Tulis Ilmiah ini disusun guna memenuhi salah satu tugas dari Bapak M. Turmudzi, S. Pd di SMP Negeri 3 Tanggul. Dan pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak M. Turmudzi, S. Pd atas penjelasannya yang telah banyak membantu dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini.

Saya menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah yang tersusun ini belumlah sempurna, maka dari itu apabila ada kesalahan atau kekurangan,  saya mohon ma’af dan mengharap segala saran dan kritik demi sempurnanya penyusunan Karya Tulis Ilmiah yang selanjutnya.

Akhirnya hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa semata, saya berharap semoga penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya penulis sendiri. Amin

                                                                     Jember, Oktober 2010

Penulis





DAFTAR ISI
Halaman Judul ..........................................................................................  i
Motto........................................................................................................   ii
Kata Pengantar.......................................................................................  iii
Daftar Isi.................................................................................................   iv

BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.............................................................................  1
1.2  Rumusan Masalah........................................................................  2
1.3  Tujuan Penulisan..........................................................................  2  
1.4  Manfaat Penulisan........................................................................  2

BAB II PEMBAHASAN
2.1  Definisi........................................................................................   3
2.2  Organ-Organ Ekskresi............................................................   3
2.3  Fungsi Organ-Organ Ekskresi.................................................  5
2.4  Gangguan Pada Sistem Ekskresi.........................................   9

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan................................................................................   12
3.2 Saran.........................................................................................   12

DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 13






BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sistem ekskresi pada manusia melibatkan alatalat ekskresi yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Zat-zat sisa yang dikeluarkan dari alat- alat tersebut berasal dari proses metabolisme. Ginjal mengeluarkan urine, kulit mengeluarkan keringat, paru-paru mengeluarkan karbondioksida, dan hati mengeluarkan zat warna empedu.
Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu.
Setiap hari tubuh kita menghasilkan kotoran dan zat-zat sisa dari berbagai proses tubuh. Agar tubuh kita tetap sehat dan terbebas dari penyakit, maka kotoran dan zat-zat sisa dalam tubuh kita harus dibuang melalui alat-alat ekskresi. Sistem ekresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh. Sedangkan kebalikan dari sistem ini adalah sistem sekresi yaitu proses pengeluaran zat-zat yang berguna bagi tubuh. Alat-alat ekskresi manusia berupa ginjal, kulit, hati, paru-paru dan colon.

Hasil sistem ekskresi dapat dibedakan menjadi :
a.       Zat cair yaitu berupa keringat, urine dan cairan empedu.
b.      Zat padat yaitu berupa feces.
c.       Gas berupa CO2.
d.      Uap air berupa H2O.


1.2  Rumusan Masalah
      Rumusan masalah pada Karya Tulis Ilmiah ini adalah :
  1. Apakah yang dimaksud dengan system ekskresi…?
  2. Apakah yang termasuk dalam organ-ogan ekskresi…?
  3. Apa saja fungsi organ-organ ekskresi…?
  4. Adakah gangguan yang terjadi pada sidtem ekskresi…?

1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan pada Karya Tulis Ilmiah ini adalah :
  1. Untuk mengetahui pengertian dari system ekskresi
  2. Untuk mengetahui organ-organ yang termasuk pada system ekskresi
  3. Untuk mengetahui fungsi organ-organ eksresi
  4. Untuk mengetahui gangguan pada system ekskresi

1.4  Manfaat Penulisan
Untuk menambah wawasan kita tentang definisi system ekskresi, organ-organ yang termasuk system ekskresi, fungsi organ-organ ekskresi, dan gangguan-gangguan yang terjadi pada organ-organ ekskresi.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Ekskresi merupakan salah satu proses pengeluaran zat dari tubuh. Selain ekskresi ada juga proses sekresi dan defekasi. Apa perbedaan antara ketiganya? Ekskresi adalah proses pengeluaran sisa metabolisme. Zat tersebut diserap dan diangkut oleh darah dan dikeluarkan bersama urine, keringat dan pernapasan. Defekasi adalah proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan atau zat yang tidak mengalami pencernaan. Zat tersebut berupa feses yang dikeluarkan melalui anus. Sekresi merupakan proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih digunakan oleh tubuh. Zat yang dihasilkan berupa enzim dan hormon. Berikut akan kita bahas satu per satu alat-alat ekskresi pada manusia, sehingga kalian dapat mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

2.2 Organ-Organ Ekskresi
a. Ginjal
Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

b. Kulit
Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang sering kita sebut kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar.
Kulit manusia terdiri atas epidermis dan dermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis.

c. Paru-Paru
Paru-paru manusia terletak di dalam rongga dada di atas diafragma. Diafragma adalah sekat antara rongga dada dan rongga perut. Paru-paru ada dua, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir, yaitu gelambir atas, gelambir tengah, dan gelambir bawah. Paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir, yaitu gelambir atas dan gelambir bawah.
Tugas utama paru-paru ialah mengambil oksigen (O2) dari udara melalui proses pernafasan. Oksigen bagi tubuh kita digunakan untuk proses pembakaran dengan karbohidrat sebagai bahan bakarnya. Hasil dari pembakaran (oksigen) adalah tenaga yang terbentuk dalam tubuh. Gas karbondioksida dan uap air yang terhirup bersama-sama dengan oksigen tidak dibutuhkan.
Karbondioksida dan uap air tersebut dihembuskan kembali atau dibuang keluar paru-paru. Jika tidak dibuang, karbondioksida tersebut akan meracuni darah. Oleh karena itu, setiap hari kita hendaknya mengusahakan menghirup udara yang segar. Udara yang segar banyak mengandung oksigen. Oksigen banyak terdapat di tempat terbuka yang banyak ditumbuhi tumbuhan.
Penguraian karbohidrat (glukosa) dan lemak kecuali menghasilkan energi akan menghasilkan zat sisa berupa CO2 dan H2O yang akan dikeluarkan lewat paru-paru. Seseorang yang berada dalam daerah dingin waktu ekspirasi akan tampak menghembuskan uap. Uap tersebut sebenarnya merupakan karbondioksisa dan uap air yang dikeluarkan saat terjadi pernafasan.

  1. Hati
Hati merupakan kelenjar terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua lobus, kanan dan kiri.
Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu.

2.3 Fungsi Organ-Organ Ekskresi
a. Ginjal
Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion  hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.
Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi.
Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%.

b. Kulit
Fungsi kulit antara lain sebagai berikut:
a.       Mengeluarkan keringat
b.      Pelindung tubuh
c.       Menyimpan kelebihan lemak
d.      Mengatur suhu tubuh, dan
e.       Tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar matahari yang    mengandung ultraviolet
Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi, pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Karena pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang merupakan ujung dari kelenjar keringat. Keringat yang keluar membawa panas tubuh, sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal.

c. Paru-Paru
Tugas utama paru-paru ialah mengambil oksigen (O2) dari udara melalui proses pernafasan. Oksigen bagi tubuh kita digunakan untuk proses pembakaran dengan karbohidrat sebagai bahan bakarnya. Hasil dari pembakaran (oksigen) adalah tenaga yang terbentuk dalam tubuh.
Gas karbondioksida dan uap air yang terhirup bersama-sama dengan oksigen tidak dibutuhkan. Karbondioksida dan uap air tersebut dihembuskan kembali atau dibuang keluar paru-paru. Jika tidak dibuang, karbondioksida tersebut akan meracuni darah.
Oleh karena itu, setiap hari kita hendaknya mengusahakan menghirup udara yang segar. Udara yang segar banyak mengandung oksigen. Oksigen banyak terdapat di tempat terbuka yang banyak ditumbuhi tumbuhan.

d. Hati
Berbagai jenis tugas yang dijalankan oleh hati, dilakukan oleh hepatosit. Hingga saat ini belum ditemukan organ lain atau organ buatan atau peralatan yang mampu menggantikan semua fungsi hati. Beberapa fungsi hati dapat digantikan dengan proses dialisis hati, namun teknologi ini masih terus dikembangkan untuk perawatan penderita gagal hati.
Sebagai kelenjar, hati menghasilkan:
a.       Empedu yang mencapai ½ liter setiap hari. Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit, berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua, yang kemudian disimpan di dalam kantong empedu atau diekskresi ke duodenum. Empedu mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, pigmen bilirubin, dan biliverdin. Sekresi empedu berguna untuk mencerna lemak, mengaktifkan lipase, membantu daya absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air. Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning.
b.      Sebagian besar asam amino
c.       Faktor Koagulasi I, II, V, VII, IX, X, XI
d.      Protein C, protein S dan anti-trombin.
e.       Trigliserida melalui lintasan lipogenesis
f.       Kolesterol
g.      Insulin-like growth factor 1 (IGF-1), sebuah protein polipeptida yang berperan penting dalam pertumbuhan tubuh dalam masa kanak-kanak dan tetap memiliki efek anabolik pada orang dewasa.
h.      Enzim arginase yang mengubah arginina menjadi ornintina dan urea. Ornintina yang terbentuk dapat mengikat NH³ dan CO² yang bersifat racun.
i.        Trombopoietin, sebuah hormon glikoprotein yang mengendalikan produksi keping darah oleh sumsum tulang belakang.
j.        Pada triwulan awal pertumbuhan janin, hati merupakan organ utama sintesis sel darah merah, hingga mencapai sekitar sumsum tulang belakang mampu mengambil alih tugas ini.
k.      Albumin, komponen osmolar utama pada plasma darah.
l.        Angiotensinogen, sebuah hormon yang berperan untuk meningkatkan tekanan darah ketika diaktivasi oleh renin, sebuah enzim yang disekresi oleh ginjal saat ditengarai kurangnya tekanan darah oleh juxtaglomerular apparatus.

Selain melakukan proses glikolisis dan siklus asam sitrat seperti sel pada umumnya, hati juga berperan dalam metabolisme karbohidrat yang lain:
a.       Glukoneogenesis, sintesis glukosa dari beberapa substrat asam amino, asam laktat, asam lemak non ester dan gliserol. Pada manusia dan beberapa jenis mamalia, proses ini tidak dapat mengkonversi gliserol menjadi glukosa. Lintasan dipercepat oleh hormon insulin seiring dengan hormon tri-iodotironina melalui pertambahan laju siklus Cori.
b.      Glikogenolisis, lintasan katabolisme glikogen menjadi glukosa untuk kemudian dilepaskan ke darah sebagai respon meningkatnya kebutuhan energi oleh tubuh. Hormon glukagon merupakan stimulator utama kedua lintasan glikogenolisis dan glukoneogenesis menghindarikan tubuh dari simtoma hipoglisemia. Pada model tikus, defisiensi glukagon akan menghambat kedua lintasan ini, namun meningkatkan toleransi glukosa. Lintasan ini, bersama dengan lintasan glukoneogenesis pada saluran pencernaan dikendalikan oleh kelenjar hipotalamus.
c.       Glikogenesis, lintasan anabolisme glikogen dari glukosa.

Dan pada lintasan katabolisme:
a.       Degradasi sel darah merah. Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin didaur ulang, sedangkan heme dirombak menjadi metabolit untuk diekskresi bersama empedu sebagai bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau kebiruan. Di dalam usus, zat empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin sehingga warna feses dan urin kekuningan.
b.      Degradasi insulin dan beberapa hormon lain.
c.       Degradasi amonia menjadi urea
d.      Degradasi zat toksin dengan lintasan detoksifikasi, seperti metilasi.

Hati juga mencadangkan beberapa substansi, selain glikogen:
a.       Vitamin A (cadangan 1–2 tahun)
b.      Vitamin D (cadangan 1–4 bulan)
c.       Vitamin B12 (cadangan 1-3 tahun)
d.      Zat Nesi
e.       Zat Tembaga.


Hati juga berperan dalam sistem kekebalan dengan banyaknya sel imunologis pada sistem retikuendotelial yang berfungsi sebagai tapis antigen yang terbawa ke hati melalui sistem portal hati. Perpindahan fasa infeksi dari fasa primer menjadi fasa akut, ditandai oleh hati dengan menurunkan sekresi albumin dan menaikkan sekresi fibrinogen. Fasa akut yang berkepanjangan akan berakibat pada simtoma hipoalbuminemia dan hiperfibrinogenemia.
Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran lainnya. Misalnya, akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersama-sama di dalam urin.

2.4 Gangguan Pada Sistem Ekskresi
a. Ginjal
Kelainan-kelainan pada ginjal diantaranya adalah gagal ginjal dan batu ginjal. Gagal ginjal merupakan kelainan pada ginjal dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme.
Penyebab terjadinya gagal ginjal antara lain disebabkan oleh:
1. Makan makanan berlemak
2. Kolesterol dalam darah yang tinggi
3. Kurang berolahraga
4. Merokok, dan
5. Minum minuman beralkohol.
Urine banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing, mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal.
Batu ginjal merupakan kristal yang terlihat seperti batu yang terbentuk di ginjal. Kristal-kristal tersebut akan berkumpul dan saling berlekatan untuk membentuk formasi “batu”. Apabila batu tersebut menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih, saluran kemih manusia yang mirip selang akan teregang kuat karena menahan air seni yang tidak bisa keluar. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit yang hebat.

b.      Kulit
Kelainan pada kulit yang banyak dialami oleh para remaja adalah jerawat. Ada tiga tipe jerawat, yaitu:
1. Komedo
2. Jerawat biasa
3. Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung)
Banyak jenis obat dan perawatan yang ditawarkan untuk menghilangkan jerawat. Namun, sesungguhnya alam sudah menyediakan aneka tanaman yang mampu menghilangkan jerawat. Tanaman-tanaman itu antara lain tomat, jeruk nipis, belimbing wuluh, mentimun, dan temulawak.

c. Paru-Paru
Kelainan-kelainan pada paru-paru, diantaranya adalah:
1.      Asma atau sesak nafas, yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.
2.      Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab lain adalah terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.
3.      Emphysema, adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara.


d.      Hati
Gangguan pada hati yang umumnya dijumpai di masyarakat saat ini adalah hepatitis atau penyakit kuning. Disebut demikian karena tubuh penderita menjadi kekuningan, disebabkan zat warna empedu beredar ke seluruh tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus yang dapat menular melalui makanan, minuman, jarum suntik dan transfusi darah.
Hepatitis  adalah  peradangan  pada sel-sel  hati. Penyebab penyakit  hepatitis yang utama adalah virus. Virus hepatitis yang sudah ditemukan sudah cukup banyak dan digolongkan menjadi virus hepatitis A, B, C, D, E, G, dan TT.
Beberapa jenis hepatitis yang saat ini harus diwaspadai adalah:
1.      Hepatitis A yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA)
2.      Hepatitis B yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB)
3.      Hepatitis C yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC)




BAB III
PENUTUP

            Kesimpulan
Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme tubuh, seperti CO2, H2O, NH3, zat warna empedu dan asam urat. Beberapa istilah yang erat kaitannya dengan ekskresi adalah sebagai berikut.
Defekasi : yaitu proses pengeluaran sisa pencernaan makanan yang disebut feses. Zat yang dikeluarkan belum pernah mengalami metabolisme di dalam jaringan. Zat yang dikeluarkan meliputi zat yang tidak diserap usus sel epitel, usus yang rusak dan mikroba usus.
Ekskresi : yaitu pengeluaran zat sampah sisa metabolisme yang tidak berguna lagi bagi tubuh.
Sekresi : yaitu pengeluaran getah oleh kelenjar pencernaan ke dalam saluran pencernaan. Getah yang dikeluarkan masih berguna bagi tubuh dan umumnya mengandun genzim.
Eliminasi : yaitu proses pengeluaran zat dari rongga tubuh, baik dari rongga yang kecil (saluran air mata) maupun dari rongga yang besar (usus).

Saran
Dalam kehidupan sehari-hari hendaknya harus menggunakan pola hidup sehat. Dimana dengan begitu semua organ tubuh kita akan selalu terjaga dan terhindar dari gangguan/penyakit. Pola hidup sehat bisa dengan cara mengkonsumsi sayuran, buah, vitamin, olahraga yang teratur dan istirahat yang cukup. Dengan begitu kita akan senantiasa terjaga kesehatannya.

 Paru-paru

Cara Menjaga paru-paru yaitu :
·  Hindari merokok atau menjadi perokok pasif.
·  Batasi paparan polutan di udara, termasuk bahan kimia dan asap.
· Minimalkan risiko terkena infeksi saluran pernapasan. Tangan tetap bersih dan mendapatkan vaksinasi untuk melindungi terhadap penyakit seperti flu dan pneumonia.
·  Melakukan pemeriksaan medis yang teratur untuk membantu memdeteksi
 masalah paru-paru sejak awal.

Hati
1.  Cukup minum air putih.
2.  Perbanyak konsumsi sayur terutama berdaun hijau, biji2an, kacang polong dan buah segar.
3.  Hindari minum alkohol.
4.  Hindari polusi dan lingkungan tercemar.
5.  Kurangi makanan tinggi lemak.
6.  Minum secara rutin antioksidan seperti vitamin A,C, E.
7.  Olah raga teratur
Ginjal
1.      Olah Raga. Lakukan olah raga secara rutin dan teratur. Olah raga yang     teratur -tidak terlalu berat- akan lebih berdampak positif bagi tubuh dibandingkan dengan olah raga berat namun tidak teratur. Misalnya Anda bisa melakukan jalan santai setiap pagi atau bersepeda 1-2 jam setiap minggu. Atau jika Anda terlalu lelah lama duduk, sebaiknya anda coba untuk berjalan-jalan sejenak setidaknya 15-30 menit. Setelah itu Anda bisa kembali bekerja.
2.      Berhenti Merokok. Dilihat dari sudah pandang manapun merokok akan selalu merugikan tubuh Anda.Karena rokok dengan kandungan nikotinnya dalam proses jangka waktu lama akan merusak organ-organ penting tubuh Anda, baik paru-paru, kulit, jantung maupun ginjal.
3.      Kurangi Makanan Berlemak. Makanan berlemak akan menyebabkan kandungan kolesterol dalam darah Anda meningkat.
4.      Berat Badan. Perhatikan berat badan sehingga Anda dapat terhindar dari obesitas.
5.      Konsumsi Air Putih. Mengonsumsi air putih yang cukup, menghidari konsumsi jamu atau herbal yang tidak jelas, menghidari konsumsi obat-obatan secara sembarangan (tanpa resep dokter) merupakan hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi potensi munculnya penyakit ginjal.
6.      General Checkup. Gagal ginjal juga dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan (medical checkup) secara rutin, termasuk pemeriksaan urin dan darah. Memeriksakan gangguan ginjal seperti kencing batu, prostat dapat mecegah munculnya gagal ginjal.
Kulit
1.      Selalu bersihkan kulit setiap selesai berpergian karena angin yang menerpa kulit kita menyebabkan debu dan kotoran menyumbat pori-pori dan menambah tebalnya kulit mati di kulit.
2.      Gunakan Masker sebaiknya dua kali seminggu, begitu juga luluran. Dan pada saat dioleskan harus lembut dan jangan terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit.
3.      Berolahragalah secara teratur, karena berolahraga tdk hanya membuat tubuh bugar dan sehat, tapi juga memperbaiki sirkulasi darah ke jaringan sehingga kulit akan cukup mendapat nitrisi. Tidak hanya itu, olahraga juga menarik otot sehingga tidak kendur. Agar kulit kita sehat dan kencang, jadi mulai sekarang berolahraga minimal jogging satu jam dua kali seminggu.
4.      Hal  yang  tak  kalah penting yaitu pemenuhan nutrisi dari dalam melalui konsumsi   buah-buahan   dan  sayuran  yang mengandung  vitamin A, C dan  E yang  sangat  bagus  untuk  menjaga   kehalusan  kulit. Vitamin A  berguna  untuk   mencegah   kulit  kering,  sedangkan  vitamin  C  dan  E berfungsi  sebagai  antioksida.

                      

2 comment:

jihan rialyan mengatakan...

tidak bisa di coppy?

Ruth Vrinida mengatakan...

gabisa di copy! -.-

Poskan Komentar